Halo sobat Pintar Gizi!

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas tentang gizi seimbang. Nah, pada postingan kali ini kita akan membahas permasalahan yang dihadapi oleh anak autis terkait dengan asupan gizi. Jadi, apa masalahnya? Anak autis hanya menyukai makanan tertentu yang menyebabkan kurangnya asupan zat gizi tertentu. Apabila zat gizi tidak terpenuhi maka perkembangan otak maupun tubuh secara umum akan terganggu. Pertumbuhan anak memang membutuhkan makanan yang kaya akan protein, namun juga membutuhkan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Pemenuhan vitamin dan mineral (senyawa bioaktif antioksidan) yang tercukupi, berfungsi untuk mencegah kerusakan sel.

Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa sayuran dan buah-buahan dengan kandungan fenol yang tinggi sebaiknya dihindari untuk anak autis. Tubuh anak autis tidak mampu memecah dan membuang fenol di dalam tubuhnya dengan baik, padahal fenol yang tidak dapat diproses dalam tubuh akan berubah menjadi racun. Di samping itu, fenol yang tinggi juga memberi efek negative sepeti ketawa tanpa sebab, ruam pada tubuh, perilaku dan suasana hati (mood) yang tidak terkontrol, hiperaktif, dan melukai diri sendiri.

Lalu buah dan sayur apa saja sih yang kandungan fenolnya tinggi? Lihat tabel berikut

Walaupun kebanyakan dari kita merasa nyaman saat mengkonsumsi buah dan sayur. Ternyata beberapa buah dan sayur tidak baik dikonsumsi anak-anak dengan spektrum autis.

Tinggalkan Balasan

Close Menu